ALAT PENGANGKUT TBS SAWIT FASTREX

17.32 CEO wongpasar 0 Comments


Alat yang satu ini cukup menarik, karena memiliki kemampuan mengangkut TBS sawit hingga 15 Ton sehari.





Mengangkut tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di perkebunan bukan pekerjaan mudah. Perkebunan sawit tak selalu berada di tanah datar. Ada lahan sawit yang berbukit-bukit, konturnya tidak rata, dan sulit untuk dibuatkan infrastruktur. 


Di lokasi semacam itu, tentu kendaraan biasa tak bisa dipakai. TBS-TBS yang sudah siap dipanen harus diangkut dengan cara dipikul, dibawa pakai sepeda, bahkan beberapa daerah menggunakan sapi.





PT Bogor Life Science and Technology (BLST), holding milik Institut Pertanian Bogor (IPB), membuat inovasi untuk membantu pengangkutan TBS sawit di perkebunan yang medannya sulit. 


BLST membuat kendaraan khusus untuk mengangkut TBS dari dalam perkebunan yang berbukit-bukit terjal dan banyak rintangan. Kendaraan ini dinamakan Fastrex.


"Kami buat transporter Fastrex. Semakin hari dikembangkan terus. Ada sistem hidrolik untuk naik turun baknya. Kami sudah coba di lapangan milik Astra Agro Lestari, Fastrex naik turun isi dengan TBS," kata Marketing BLST, Anik Setiyaningsih, dalam Forum Group Discussion di Gedung Alumni IPB, Bogor, Sabtu (10/12/2016).



Kendaraan dengan lebar sekitar 1 meter dan panjang 3 meter ini memiliki roda trek seperti punya tank. Di depannya ada bak untuk menampung TBS. Mesin diesel 10 HP Kubota dipasang di bagian tengah. Pengemudinya berada di belakang mesin. 





Dengan mesin diesel dan roda seperti tank, Fastrex mampu menanjak di tanah dengan kemiringan hingga 55 derajat. Dalam 8 jam, kendaraan khusus ini bisa mondar mandir di perkebunan membawa sekitar 15 ton TBS sawit. 



Keluar masuk perkebunan mengangkut sawit dengan Fastrex lebih efisien dibanding membayar banyak tenaga kerja untuk memikul TBS atau menggunakan kendaraan bermotor biasa.



"Sampai kemiringan 55 derajat dia masih bisa naik. Untuk jam kerja 8 jam per hari dia bisa angkut 15 ton/hari. Tenaga kerjanya hanya 1 orang. Bisa menghemat 54 persen biaya angkut," papar Anik.



Dalam sebulan, BLST bisa memproduksi 3 unit Fastrex. Harganya sekitar Rp 143 juta per unit. "Harganya Rp 143 juta untuk tipe CT 02. Kalau untuk pesanan 1-3 unit bisa kita selesaikan 1 bulan," tutupnya


0 komentar:

Popular Posts